mekanisme deposisi basah hujan asam terhadap kanker kulit
Deposisi Basah
adalah
turunnya asam-asam yang ada dalam udara melalui tetes air hujan, kabut, embun
atau butiran-butiran cairan. Hal ini terjadi bila asam-asam di dalam udara
larut kedalam butiran-butiran air di awan. Jika turun hujan dari awan ini,
makan air hujannya akan bersefat asam. Peristiwa ini biasa disebut dengan
rain-out. Selain itu deposisi basah juga terjadi bila hujan turun melalui udara
yang mengandung asam sehingga asam terlarut kedalam air hujan hingga sampai di
permukaan bumi. Deposisi semacam ini biasa disebut wash-out. Deposisi basah
dapat terjadi di daerah yang sangat jauh dari sumber pencemaran.
Berdasarkan
hasil penelitian, sulphur dioxide yang dihasilkan oleh hujan asam juga dapat
bereaksi secara kimia didalam udara, dengan terbentuknya partikel halus
suphate, yang mana partikel halus ini akan mengikat dalam paru-paru yang akan
menyebabkan penyakit pernapasan
Udara yang tercemar Sulfur Oksida
(SOx)
menyebabkan manusia akan mengalami gangguan pada sistem pernafasannya.
Hal ini karena gas SOx yang mudah menjadi asam tersebut menyerang
selaput lendir pada hidung, tenggorokan, dan saluran nafas yang lain sampai ke
paru-paru. Serangan gas SOx tersebut menyebabkan iritasi pada bagian
tubuh yang terkena.
Pengaruh utama
polutan SOx terhadap manusia adalah iritasi sistem pernafasan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa iritasi tenggorokan terjadi pada
konsentrasi SO2 sebesar 5 ppm atau lebih, bahkan pada beberapa
individu yang sensitive iritasi terjadai pada konsentrasi 1-2 ppm. SO2
dianggap polutan yang berbahaya bagi kesehatan terutama terhadap orang tua dan
penderita yang mengalami penyakit kronis pada sistem pernafasan dan
kardiovaskular.
Sulfur dioksida (SO2)
bersifat iritan kuat pada kulit dan lendir, pada konsentrasi 6-12 ppm mudah
diserap oleh selaput lendir saluran pernafasan bagian atas, dan pada kadar
rendah dapat menimbulkan spesme tergores otot-otot polos pada bronchioli, speme
ini dapat menjadi hebat pada keadaan dingin dan pada konsentrasi yang lebih
besar terjadi produksi lendir di saluran pernafasan bagian atas, dan apabila
kadarnya bertambah besar maka akan terjadi reaksi peradangan yang hebat pada
selaput lendir disertai dengan paralycis cilia, dan apabila pemaparan ini
terjadi berulang kali, maka iritasi yang berulang-ulang dapat menyebabkan
terjadi hyper plasia dan meta plasia sel-sel epitel dan dicurigai dapat menjadi
kanker.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar